Wellcome to my_blog


^_^ IRFAN NUR AKBAR & MARTIANA RAHADHI PUTRI ^_^

Minggu, 27 Februari 2011

GLOBALISASI


Dalam suatu Negara yang sedang mengalami suatu perkembangan, tentu saja akan mengalami globalisasi. Globalisasi ini meliputi dalam setiap aspek kehidupan manusia, diantaranya Globalisasi dalam bidang Politik, sosial, budaya, ilmu pengetahuan, dll. Dalam arti globalisasi ialah suatu perubahan yang terjadi dan mencangkup dalam perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Baiklah, yang akan saya bahasa kali ini ialah Globalisasi dalam bidang teknologi.

GLOBALISASI DALAM BIDANG TEKNOLOGI

Di era globalisasi, teknologi informasi berperan sangat penting. Dengan menguasai teknologi dan informasi, kita memiliki modal yang cukup untuk menjadi pemenang dalam persaingan global. Di era globalisasi, tidak menguasai teknologi informasi identik dengan buta huruf. Tetapi akan sangat mempengaruhi suatu system sosialisasi jika terlalu berlebihan dalam memerankan teknologi di era seperti ini.
Dapat kita lihat dari bidang – bidangnya tersendiri seperti Teknologi Informasi (TI) atau multimedia, dalam jasanya bidang ini saya rasa cukup maksimal dalam menjalankan kewajiban unutk menyebar luaskan informasi-informasi. Seperti dapat saya ambil suatu contoh kecil, TI dapat mengubah paradigma penyampaian materi pelajaran ke peserta didik, dalam arti bukan saja dapat membantu guru – guru dalam mengajar, melainkan sudah dapat memfasilitasi dalam proses belajar mengajar.
Kehidupan teknologi yang digunakan manusia pada zaman atau era saat sekarang ini sudah dapat dikatakan maju. Karena dulu itu, saya masih menyebut berada di era industri, tapi sekarang dapat saya katakana kita ini berada di era informasi, dan era globalisasi teknologi yang setiap waktunya muncul hal-hal yang belum pernah ada sebelumnya. Untuk itu penekanan atau penerapan perkembangan teknologi ini seharusnya harus kita terapkan kepada generasi-generasi baru, seperti pada anak – anak kita. Agar nantinya dapat mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat. Tetunya dalam perkenalan teknologi kepada anak-anak kita nanti harus didampingi dengan seorang yang mengerti apa akan arti teknologi sebenarnya, agar tidak salah jalan dalam mengaplikasikannya. 

Biasanya jika suatu globalisasi terjadi dalam suatu Negara pasti memiliki dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif tergolong pada masyarakat yang pro akan suatu globalisasi dan dampak negatif sudah pasti masyarakat yang kontra akan adanya globalisasi ini. Dari globalisasi yang terjadi pada bidang teknologi disini mempunyai dampak – dampak yang timbul dalam masyarakat diantaranya :

DAMPAK POSITIF DARI GLOBALISASI
Pada dampak yang ditimbulkan disini biasanya masyarakat akan pro dengan adanya globalisasi dengan alasan, menganggap globalisasi akan meningkatkan mutu kesejahteraan masyarakat, dan meningkatkan kualitas kemajuan perkembangan teknologi yang ada disuatu Negara yang mengalami globalisasi. Tentunya hal tersebut telah dapat dibuktikan dengan adanya teknologi-teknologi yang berkambang dan maju pada saat sekarang ini dan tentunya sangat bermanfaat sekali bagi kehidupan masyarakatnya. Seperti dapat diambil contoh pada teknologi computer yang sering kali kita temui, dulunya computer ini hanya dapat digunakan sebagai alat penghitungan, tetapi saat sekarang ini, saat teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat dan adanya jaringan internet computer difungsikan tidak lagi sebagai alat penghitungan melainkan digunakan sebagai sumber sarana informasi yang up to date.

DAMPAK NEGATIF DARI GLOBALISASI
Dampak yang terjadi disini biasanya masyarakat kurang menyetujui dengan adanya globalisasi. Mereka menganggap dengan adanya globalisasi akan mempengaruhi pola berfikir masyarakat dan dengan berkembangnya teknologi masyarakat akan salah memfungsikannya. Dapat diambil contoh dari permasalahan yang sering ditemui, orang – orang banyak yang hanya menggunakan perkembangan kemajuan teknologi computer hanya untuk disalahgunakan fungsinya. Seperti memanfaatkannya hanya untuk bermain game, perjudian, situs – situs porno dll. Ini semuanya saya rasa hanya bisa membuat moral anak-anak nantinya akan buruk. Ya mudah-mudahan ini semuanya dapat cepat teratasi. Agar nantinya tidak menjadi boomerang bagi kita sendiri.

SUMBER    :
Wikipedia Indonesia                                     http://globalisasi.wikipedia.com

Minggu, 05 Desember 2010

SEJARAH MONITOR


Monitor atau yang disebut juga sebagai “computer display” merupakan komponen out put yang digunakan untuk menampilkan teks atau gambar ke layar sehingga dapat dinikmati oleh pemakai.

Pada generasi awal komputer, belum menggunakan monitor khusus seperti saat sekarang ini. Komputer waktu itu terhubung dengan TV keluarga sebagai layar penampil dari pengolahan data yang dilakukannya. Yang sukup menjadi masalah adalah bahwa resolusi monitor TV saat itu hanya mampu menampilkan 40 karakter secara horizontal pada layar. Monitor khusus untuk komputer dikeluarkan oleh IBM PC, yang pada awalnyaa mamiliki resolusi 80 x 25 dengan kemampuan warna “green monochrome”. Monitor ini sudah menampilkan hasil yang lebih terang, jalas dan lebih stabil. Pada genarsi berikutnya muncul mono grapic (MGA/MDA) yang memiliki 720x350. Selanjutnya diawal tahun 1980-an muncul jenis monitor CGA dengan range resolusi dari 160x200 sampai 16 warna. Monitor EGA muncul dengan resolusi yang lebih bagus yaitu 640x350. Monitor jenis ini cukup stabil sampai berikutnya munculnya generasi komputer Windows.
Semua jenis monitor ini menggunakan digittal viseo-TTL signals dengan discrete number yang spesifik untuk mengatur warna intensitas cahaya. Anatara video adapter dan monitor memiliki 2, 4, 16, atau 64 warna tergantung standard grafik yang dimiliki. Selanjutnya dengan diperkenalkan monitor standard VDA, tampilan grafis dari sebuah Personal Computer menjadi nyata. VGA dan generasi-generasi yang berhasil sesudahnya seperti PGA, XGA, atau SVGA merupakan standard analog video dengan sinyal R (red), G(green), dan B(blue) dengan continuous voltage dan continuous range pada pewarnaan. Secara prinsip analog monitor memungkinkan penggunaan full colour dengan intensitas yang tinggi.
Generasi monitor terbaru adalah teknologi LCD yang tidak lagi menggunakan tabung elektron CRT tetapi menggunakan sejenis kristal liquid yang dapat berpendar. Teknologi ini menghasilkan monitor yang dikenal dengan nama Flat Panel Display dengan layar berbentuk pipih, dan kemampuan resolusi yang tinggi.

SEJARAH SINGKAT TELEVISI






Seiring dengan kemajuan system dan teknologi dan komunikasi yang sangat pesat ini, dunia elektronika memegang peran yang penting dalam memenuhi kebutuhan informasi. Melalui media televisi yang merupakan hasil dari pengembangan teknologi elektronika komunikasi, kebutuhan informasi dapat terpenuhi sehingga kita dapat menerima informasi dengan mudah, cepat, dan lengkap.
Secara fonetik kata televisi berasal dari dua suku kata yang berbeda asal bahasanya, yaitu tele (bahasa yunani) yang berarti jauh dan visi atau vison (bahasa inggris) yang berarti pengelihatan. Jadi, televisi memiliki arti “melihat jauh”. Maksudnya, melalui televisi kita dapat melihat gambar dan mendengarkan suara secara bersamaan. Sebenarnya gambar dan suara tersebut diproduksi ditempat yang berlainan. Disinilah terlihat bahwa jarak, ruang, waktu bukan suatu halangan untuk mendapatkan informasi secara secepat mungkin.

Sebelum televisi ditemukan, teknologi terepat untuk mendapatkan informasi adalah radio. Dari radio kita hanya mendapatkan informasi dalam bentuk suara. Sekitar tahun 1923 – 1926, Charles F.Jenkins dan John L.Bird mengembangkan system cakram nipkow di Amerika Serikat dan inggris sehingga orang dapat melihat gambar. Cakram nipkow ini adalah kumpulan gambar diam yang yang diletakan disebuah kepingan cakram yang diputar sehingga gambar yang kita lihat tadi seolah-olah kelihatan bergerak. Semakin banyak gambar yang disusun, semakin jelas pergerakan gambar tersebut.
Televisi yang kita kenal terdiri dari dua jenis, yaitu televisi hitam putih dan televisi berwarna. Secara umum kita dapat membedakan antara televisi berwarna dengan televisi hitam putih dari warna yang dihasilkan. Pada televisi hitam putih kita tidak bisa melihat warna asli dari gambar yang kita lihat. Apapunyang terlihat dilayar kaca televisi hitam putih hanyalah tampak warna hitam dan putih. Hal ini sangat berbeda dengan televisi berwarna, yakni warna gambar yang tampil dilayar akan terlihat menyerupai aslinya.
Disamping itu, perkembangan TV juga berhubungan dengan teknologi yang digunakan. Jika dulu teknologi yang digunakan masih bersifat konvensional, TV keluaran baru sekarang ini sudah menggunakan teknologi digital. Pada TV digital, semua fungsi telah terprogram dalam satu IC (integrated circuit), sedangkan pada TV konvensional masih terpisah-pisah dalam rangkaian. Layer kaca yang digunakan untuk menampilkan gambar juga sudah berkembang menjadi LCD (Liquid Colour Display) dan layar plasma.

Minggu, 28 November 2010

INDUSTRI


A.    MASALAH LINGKUNGAN DALAM PEMBANGUNAN INDUSTRI
Pertambahan penduduk yang cepat mempunyai implikasi pada berbagai bidang. Bertambahnya pemduduk yang cepat ini mengakibatkan tekanan pada sector penyediaan fasilitas tenaga kerja yang tidak dapat ditampung dari sector pertanian. Maka untuk perluasan kesempatan kerja, sector industry perlu ditingkatkan baik secara kualitas maupun secara kuantitas. Peningkatan seecara bertahap diberbagai bidang industry akan menyebabkan secara berangsur-angsur tidak akan lagi tergantung pada hasil produksi luar negri dalam memenuhi kebutuhan hidup.
Walaupun telah digariskan oleh pemerintah bahwa dalam peningkatan pembangunan industry hendaknya jangan sampai membawa akibat rusakanya lingkungan hidup, dalam kenyataan yang lebih banyak diperhatikan dalam pendirian industry sekarang adalah keuntungan-keuntungan dari hasil produksinya. Sedikit sekali perhatian terhadap masalah lingkungan, sehingga pendirian industry tersebut akan mengakibatkan pencemaran lingkungan oleh hasil buangannya yang kadang-kadang diabaikan. Oleh karena itu perlu adanya perencanaan yang matang pada setiap pembangunan industry agar dapat diperhitungkan sebelumnya segala pengaruh aktivitas pembagunan industry tersebut terhadap lingkungannya yang lebih luas. Dalam mengambil keputusan pendirian sesuatu perindustrian, selain keuntungan yang akan diperoleh harus juga secara hati-hati dipertimbangkan kelestarian lingkungannya. Dibawah ini beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembangunan proyek industry terhadap lingkungan sekitarnya :
1.      Evaluasi pengaruh social ekonomi dan ekologi baik secara umum maupun khusus
2.      Penelitian dan pengawasan lingkungan baik untuk jangka penjang maupun jangka pendek. Dari sini akan didapatkan informasi mengenai jenis perindustrian yang cocok dan menguntungkan
3.      Survey mengenai pengaruh-pengaruh yang mungkin timbul pada lingkungan
4.      Berdasarkan petunjuk-petunjuk ekologidibuat formulasi mengenai criteria analisa, biaya, keuntungan proyek, rancangan bentuk proyek dan pengelolaan proyek
5.      Bila penduduk setempat terpaksa mendapat pengaruh negative daari pebangunan proyek industry ini, maka buatlah pembangunan alternative atau dicarikan jalan untuk kompensasi kerugian sepenuhnya

B.      KERACUNAN BAHAN LOGAM / METALOID PADA INDUSTRIALISASI
Racun-racun logam/metaloid beserta persenyawaan-persenyawaannya yang sering terjadi pada industrialisasi adalah yang berasal dari timah hitam, air raksa, arsen, chromium, berrylium, cadmium, vanadium, dan fosfor. Disampig racun-racun tersebut terdapat pula bahan-bahan logam/metaloid lainnya, tetapi tidak begitu banyak dipergunakan dalam perindustrian dan tidak begitu beracun. Seperti misalnya perak yang berhasil masuk tubuh bias menyebabkan argyria, tanpa menimbulkan gejala keracunan yang membahayakan kesehatan.
Gejala keracunan yang ditimbulkan oleh zat-zat tadi tidaklah sama. Hal ini tergantung dari persenyawaan kimianya, keadaan wujud fisiknya (padat, cair, dan gas) ikatan valensinya, dan cara msuknya kedalam tubuh.
Beberapa contoh keracunan logam/metaloid :
1)     Keracunan oleh timah hitam
·        Keracunan oleh timah hitam dan persenyawaan-persenyawaan anorganisnya, seperti, seperti “putih timah hitam”
·        Keracunan karena pengolahan persenyawaan-persenyawaan organis hitam, seperti TEL (tetra-etil-timah)
2)     Keracunan air raksa (Hg)
·        Sebagai akibat air raksa cair atau uapnya
·        Sebagai akibat kontak kulit dengan persenyawaan Hg-fulnitat
·        Sebagai persenyawaan air raksa organis
3)     Keracunan arsen
·        Menghisap atau kontak dengan debu persenyawaan arsen anorganic gejalanya setempat akibat terjadinya rangsangan pada kulit atau selaput lender
·        Menghisap persenyawaan-persenyawaan arsen dan zat cair bisa mengakibatkan hancurnya sel-sel sehingga bisa menimbulkan kekurangan darah
·        Kontak dengan persenyawaan-persenyawaan arsen organic bisa berakibat local atau sistematika pada tubuh
4)     Keracunan fosfor

C.    KERACUNAN BAHAN ORGANIS PADA INDUSTRIALISASI
Bahan organis baik itu berupa bahan beku atau hasil akhirnya pada proyek industry banyak sekali. Yang akan dibicarakan disini hanya yang penting dan pokok-pokoknya saja, yang sebagian telah diuraikan pada uraian sebelumnya.
            Golongan yang penting aka diuraikan disini, yitu derivate-derivat terarang batu, halogen hidrokarbon, alcohol dan diol.
1)     Keracunan oleh derivate-derivat ter arang batu :
Derivate-derivat yang terpenting adalah :
·        Aniline yang sering dipergunakan sebagai bahan pembuatan tinta cetak, cat dan zat-zat warna
·        Nitro-benzen sebagai bahan untuk pembuatan aniline, untuk parfum
·        Trinitrotoluen sebagai bahan peledak yang sering dipergunakan dalam industry-industri amunisi
2)     Keracunan oleh halogen hidrokarbon
Yang paling terkenal dari golongan ini dan juga paling kuat daya racunnya adalah karbontetrachlorida. Zat ini pada industry-industri banyak dipergunakan sebagai pelarut lemak dan karet, untuk membersihkan gemuk-gemuk dari mesin dan sebagai bahan pemadam kebakaran.
3)     Keracunan oleh alcohol dan diol
Alcohol sering dipergunakan sebagai bahan pelarut, antiseptic, untuk membuat minuman keras dan dalam rangka synthesa bahan-bahan lain. Methyl alcohol misalnya sering dipergunakan sebagai bahan pelarut cat, sirlak dan vernis, juga digunakan sebagai bahan anti beku dan dalam sinthesa bahan-bahan kimia untuk denaturilasi alcohol. Ethyl alcohol sering dipakai sebagai bahan minuman keras.

D.     KERACUNAN BAHAN KOROSIF PADA INDUSTRIALISASI
Keracunan bahan ini terutama terjadi pada industry-industri kimia. Bahan-bahan korosif dari asam-asam, basa-basa serta garam-garamnya yang bersifat asam atau basa, baik organic maupun anorganik. Bahan-bahan ini bisa menyebabkan kerusakan pada tubuh yang dikenainya, baik secara terpercik, maupun tertumpah ke kulit atau bagian tubuh lainnya, terminum, tertelan atau terhirup ke paru-paru.
Yang terpenting untuk menghindari terjadinya keracunan oleh bahan-bahan korosif ini adalah pencegahan yang baik berupa anatara lain :
1.      Penyimpanan bahan secara baikdan aman untuk orang sekitarnya
2.      Sediakan air yang cukup untuk mencuci bila sewaktu-waktu tubuh terkena bahan ini
3.      Memakai alat pelindung apabila sedang bekerja dengan bahan-bahan ini
4.      Pemeliharaan kebersihan dan ketertiban ditempat kerja
5.      Pembuangan air-air bekas dan bahan-bahan sisa disalurkan ke saluran-saluran tertutup, sehingga tidak mengotori lingkungan sekitarnya
6.      Pengawasan yang baik terhadap kemungkinan terjadinya pencemaran.

E        MELINDUNGI MASYARAKAT SEKITAR LINGKUNGAN INDUSTRI
Masyarakat sekitar suatu perusahaan industri harus dilindungi dari pengaruh-pengaruh buruk yang mungkin ditimbulkan oleh industrialisasi dari kemungkinan pengotoran udara, air, makanan, tempat sekitar dan lain-lain oleh sampah, air bekas dan udara dari perusahaan-perusahaan industri. Semua perusahaan industri harus memperhatikan kemungkinan adanya pencemaran lingkungan, dimana segala macam hasil buangan sebelum dibuang harus betul-betul bebas dari bahan yang bias meracuni.
Maksudnya adalah, sebelum bahan-bahan tadi keluar dari suatu industri harus diolah dahulu melalui proses pengolahan. Cara pengolahan ini tergantung dari bahan apa yang dikeluarkan. Bias gas atau uap bercun bias dengan cara pembakaran atau dengan pencucian melalui proses kimia sehingga udara/uap yang keluar bebas dari bahan-bahan yang berbahaya. Untuk udara atau air buangan yang mengandung partikel/bahan-bahan beracun, bias dengan cara pengendapan, penyaringan atau secara reaksi kimia sehingga bahan yang keluar tersebut menjadi bebas dari bahan-bahan yang berbahaya.
Selain oleh bahan-bahan buangan, masyarakat juga harus terlindungi dari bahaya-bahaya karena produk suatu industri. Dalam hal ini pihak konsumen harus terhindar dari kemungkinan keracunan atau terkenanya penyakit oleh hasil-hasil produksi. Karena itu sebelumnya dikeluarkan dari perusahaan produk-produk ini perlu dilakukan pengujian terlebih dahulul secara seksama dan teliti apakah tidak akan merugikan masyarakat.

F        ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN
Analisis Dampak Lingkungan yang bias disingkat sebagai ANDAL atau ADL ataupun ada pula yang menyebutnya AMRIL (Analisis Manfaat dan Resiko Lingkungan) adalah salah satu studi yang mengidentifikasi, memprediksi, menginterprestasi dan mengkonsumsi pengaruh dari suatu kegiatan manusia, khususnya suatu proyek pembangunan fisik terhadap lingkungan.
·        Faktor Waktu dalam ANDAL
Waktu yang diperlukan dalam penyusunan ANDAL sangat berbeda, untuk proyek yang penting seingkali diperlukan data sekitar 2 – 3 tahun. Sedangkan untuk penyusunan laporan biasanya memakan waktu tergantung pada besar kecilnya proyek, dapat 18 – 24 bulan, tetapi dapat juga pendek 3 – 6 bulan atau sangat panjang lebih dari 2 tahun
·        Prosedur Administrasi ANDAL
Kerangka administrasi pelaksanaan ANDAL yang akan dijelaskan dibawah ini adalah kerangka umum yang dapat dikembangkan dan diterapkan menurut spesifikasi tata pengaturan setiap Negara. Prosedur tersebut dapat digunakan dalam bentuk yang paling sederhana, tetapi juga dapat dikembangkan lebih luas.
·        Pelaku dalam Kegiatan ANDAL
Para pelaku yang berperan dalam kegiatan ANDAL, yang terdiri dari pengambil keputusan, penilai, pelaksana proyek, penelaah, instansi-instansi yang berkepentingan terhadap proyek, tim penasehat ahli, masyarakat dan badan-badan internasional.

G      PEMBANGUNAN INDUSTRI, PERTUMBUHAN EKONOMI DAN LINGKUNGAN
Pengertian pembangunan industri secara luas meliputi industri primer (terutama pertambangan dan pertanian), industri skunder (terutama konstruksi dan manufaktur), serta industri tersier (terutama transportasi, komunikasi dan sector jasa lainnya). Dalam kegiatan industri yang sudah sangat maju, sudah diwarnai oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dicapai oleh manusia sampai saat ini. Bi Negara industri yang sudah sangat maju, di jepang misalnya simberdaya manusia atau pelayanan manusia sudahh sangat diwarnai oleh persaingan yang seru dengan pelayanan computer dan pemakaian robot.
Pertimabangan Ekologi dalam Pembangunan Industri
Ada beberapa perkembangan yang memerlukan peninjauan kembali secara mendasar menurut konsep ekologi. Seperti misalnya pengangkutan bahan baku yang jauh dari sumbernya dan diolah ditempat lain yang pada dasarnya menimbulkan masalah pencemaran ditempat pengolahan tersebut, sementara dari sumbernya kita menguaras habis komoditi yang diperlukan termasuk limbahnya yang seharusnya didaurulang ditempat asalnya.
Epilog
Ilmu pengetahuan, teknologi, dan industri telah membawa berbagai kemajuan tetapi sekaligus juga melahirkan resiko-resiko dalam kehidupan yang sering kali berakibat jauh dan panjang. Bahkan yang lebih buruknya jika resiko itu baru kita ketahui setelah menimpa kembali sebagai boomerang. Lebih buruk lagi adalah apabila resiko itu tidak menimpa diri kita tetapi justru menimpa diri orang lain. Karena kerawanan lingkungan itu ditimbulkan oleh manusia, diharapkan penyelesaiannya juga mungkin diusahakan oleh manuisa. Sementara itu perlidungan terhadap kehidupan liar, ekosistem, dan bentang alam harus dilihat sebagai kelayakan dan keharusan moral, lebih dari sekedar dilihat dari sudut bagaimana hal itu secara langsung memberi keuntungan kepada manusia.
Dalam tata hidup yang makin tidak menentu perlu sekali ditengok milai-nilai ekosistem yang merosot, kita coba mengelola kehidupan kita dengan lebih baik agar kita kembali menikmati integritas ekosistem yang pada akhirnya akan memberikan integritas kepada kehidupan kita sebagai manusia. Kita harus sanggup untuk mengurangi dan melepaskan tuntutan dan tekanan kita terhadap lingkungan hidup. Dengan etika lingkungan kita yang makin kuat, mungkin kita akan terpaksa hidup dengan sedikit kekurangan, tetapi Insya Allah dalam lingkungan yang lebih baik, sehat, dan lebih bahagia.

Sumber  :
Ilmu Lingkungan Industri                                 Universitas Gunadarma 2010

Senin, 22 November 2010

PERTAMBANGAN


A       Masalah Lingkungan Dalam Pembangunan Pertambangan Energi
Menurut jenis yang dihasilkan di Indonesia terdapat antara lain pertaqmbangan minyak dan gas bumi meliputi jenisnya, logam-logam mineral seperti timah putih, emaas, nikel, tembaga, mangan, air raksa, besi, belerang dan lain-lain. Bahan organic seperti, batu-batu berharga seperti intan, dan lain-lain. Pemabgunan dan pengelolaan bidang pertambangan harus diserasikan dengan bidang energi dan bahan baker serta dengan pengembangan wilayah, disertai dengan peningkatan pengawasan yang intensif dan menyeluruh, agar tercapai pembangunan pertambangan dan energi yang signifikan atau yang diinginkan. Pemanfaatan energi perlu dimanfaatkan secara bijaksana untuk tiap-tiap keperluan secara tidak terus-menerus baik dalam penggunaan dalam negri serta kemampuan penyediaan energi secara jangka panjang. Sebab minyak bumi sumber utama pemakaian energi yang penggunaannya terus meningkat, tetapi jumlah ketersediaannya sanglah terbatas. Untuk itu diperlukan sumber atau pengembangan pada energi lain seperti contohnya batu bara, tenaga air, tenaga angina, tenaga panas bumi, tenaga matahari, tenaga nuklir dan lain-lain.
Faktor kimia, faktor fisik, dan faktor bilogis adalah sebab dari pencemaran lingkungan akibat pengelolaan pertambangan pada umumnya. Pencemaran ini biasanya terjadi pada tanah, air, dan udara pada daerah pertambangan setempat yang mempunyai daerah timbale balik dengan lingkungannya. Suatu pertambangan yang lokasinya jauh dari masyarakat atau daerah industri bila dilihat dari sudut pencemaran lingkungan lebih menguntungkan dari pada berada dekat pemukiman masyarakat umum atau daerah industri. Selain itu jenis suatu tambang juga menentukan jenis dan bahaya yang bisa timbul pada lingkungan akibat pencemaran pertambangan batu bara akan berbeda pertambangan mangan atau pertambangan gas an minyak bumi. Keracunan mangan karena menghirup debu mangan akan menimbulkan gejala sukar tidur, nyeri dan kejang-kejang otot, ada gerakan-gerakan tubuh di luar kesadaran, kadang-kadang akan ada gangguan bicara dan impotensi.
Dalam rangka menghindarkan terjadinya pencemaran dan gangguan keseimbangan ekosistem baik itu yang berada didalam lingkungan maupun diluar lingkungan sekitarnya, maka perlu adanya pengawasan lingkungan terhadap :
  1. Cara pengolahan pembangunan pertambangan
  2. Kecelakaan dipertambangan
  3. Penyehatan lingkungan pertambangan
  4. Pencemaran dan penyakit-penyakit yang mungkin timbul

B       Cara Pengolahan Pembangunan
Sumber daya bumi dibidang pertambangan harus dikembangkan semaksimal mungkin agar terciptanya pembangunan. Dan untuk itu perlu adanya survey dan evaluasi yang terintegrasi dari para ahli agar menimbulkan keuntungan yang besar dengan sedikit kerugian bai secara ekonomi maupun secara ekologis. Penggunaan ekologi dalam pembangunan sangat perlu didalam rangka meningkatkan mutu hasil pertambangan dan untuk dapat memperhitungkan sebelumnya pengaruh aktifitas pembangunan pertambangan pada sumber daya dan proses alam lingkungan yang lebih luas.
Segala pengaruh skunder pada ekosistem baik lokal maupun secara lebih luas perlu dipertmbangkan dalam proses perencanaan pembangunan pertambangan, dan sedapat mungkin dievaluasi sehingga segala kerusakan akibat pembangunan pertambangan ini dapat dihindarkan atau dikurangi, sebab melindungi lingkungan lebih mudah daripada memperbaiki lingkungan. Dalam pemanfaatan sumberdaya pertambangan yang dapat diganti perencanaan, pengelolaan dan penggunaannya harus hati-hati dan seefisien mungkin. Harus tetap diingat bahwa generasi mendatang harus tetap dapat menikmati hasil pembangunan pertambangan ini.

C       Kecelakaan Di Pertambangan
Usaha pertambangan adalah suatu usaha yang penuh sengan bahaya. Kecelakaan-kecelakaan yang sering terjadi, terutama pada tambang-tambang yang lokasinya jauh didalam tanah. Kecelakaan karena jatuh, tertimpa benda-benda, ledakan-ledakan maupun akibat pencemaran/keracunan oleh bahan tambang. Oleh karena itu tindakan-tindakan penyelamatan sangatlah diperlukan, atau antisipasi sebelum terjadi kecelakaan di pertambangan seperti, selalu memakai pakaian pelindung selama bekerja didalam tambang seperti sepatu but,topi pelindung, baju kerja dan sebagainya.

D      Penyehatan Lingkungan Pertambangan
Yang dimaksud dengan lingkungan pertambangan adalah lingkungan dalam tambang sendiri dan lingkungan diluar tambang seperti tempat pemukiman pekerja dan keluarganya khusunya masyarakat umum pada umumnya. Pada lingkungan tambang sendiri penyehatan lingkungan dapat dilakukan dengan penerangan yang baik yang sangat berguna sebagai pencegahan kecelakaan seperti ventilasi yang baik agar kadar debu di udara tambang berkurang, selain dengan cara pengeboran basah yang juga akan mengurangi jumlah debu bebas ke udara, sanitasi yang baik untuk menghilangkan wabah-wabah penyakit perut dan cacing di antara para pekerja. Pada lingkungan diluar pertambangan perlu adanya sanitasi yang baik berupa penyediaan air minum, pembuangan kotoran, pemberantasan nyamuk, perumahan yang baik dansebagainya.

E       Pencemaran Dan Penyakit-Penyakit Yang Mungkin Timbul
Pencemaran dalam tambang dan sebagainya dapat terjadi oleh gas-gas logam atau persenyawaan-persenyawaannya alam bijih-bijih yang timbul dari tambang, missal tambang mangan mengandung resiko keracunan mangan, tambang air raksa mengandung bahaya keracunan air raksa, demikian pula untuk tambang-tambang lainnya.gas-gas yang mempunyai lingkungan pertambangan bisa berasal dari gas-gas yang secara alam memang telah ada pada tambang atau oleh gas-gas yang terjadi akibat prosesyang terjadi dalam tambang seperti akibat kebakaran atau lefakan. Selain oleh gas-gas beracun CO, H2S dan methan, juga gas-gas yang tak beracun seperti O2 karena kadarnya dibawah normal bisa menyebabkan kelainan pada tubuh, bahkan bila kadarnya 6 – 8% atau lebih bisa menimbulkan kematian. Demikian pula dengan gas CO2 bila kadarnya bertambah akan menimbulkan asphyxia sampai mati lemas. Penyakit-penyakit yang bisa timbul selain penyakit cacing ancylostomiasis yang disebabkan oleh cacing ancylostomaduodenale dan nector americanus juga penyakit pneumoconiosis yang disebabkan oleh debu tambang seperti anthracosis, silicosis dan stanosis.

Sumber           :
·        Ilmu Pengetahuan Lingkungan               Universitas Gunadarma 2010

PERTAMBANGAN


A       Masalah Lingkungan Dalam Pembangunan Pertambangan Energi
Menurut jenis yang dihasilkan di Indonesia terdapat antara lain pertaqmbangan minyak dan gas bumi meliputi jenisnya, logam-logam mineral seperti timah putih, emaas, nikel, tembaga, mangan, air raksa, besi, belerang dan lain-lain. Bahan organic seperti, batu-batu berharga seperti intan, dan lain-lain. Pemabgunan dan pengelolaan bidang pertambangan harus diserasikan dengan bidang energi dan bahan baker serta dengan pengembangan wilayah, disertai dengan peningkatan pengawasan yang intensif dan menyeluruh, agar tercapai pembangunan pertambangan dan energi yang signifikan atau yang diinginkan. Pemanfaatan energi perlu dimanfaatkan secara bijaksana untuk tiap-tiap keperluan secara tidak terus-menerus baik dalam penggunaan dalam negri serta kemampuan penyediaan energi secara jangka panjang. Sebab minyak bumi sumber utama pemakaian energi yang penggunaannya terus meningkat, tetapi jumlah ketersediaannya sanglah terbatas. Untuk itu diperlukan sumber atau pengembangan pada energi lain seperti contohnya batu bara, tenaga air, tenaga angina, tenaga panas bumi, tenaga matahari, tenaga nuklir dan lain-lain.
Faktor kimia, faktor fisik, dan faktor bilogis adalah sebab dari pencemaran lingkungan akibat pengelolaan pertambangan pada umumnya. Pencemaran ini biasanya terjadi pada tanah, air, dan udara pada daerah pertambangan setempat yang mempunyai daerah timbale balik dengan lingkungannya. Suatu pertambangan yang lokasinya jauh dari masyarakat atau daerah industri bila dilihat dari sudut pencemaran lingkungan lebih menguntungkan dari pada berada dekat pemukiman masyarakat umum atau daerah industri. Selain itu jenis suatu tambang juga menentukan jenis dan bahaya yang bisa timbul pada lingkungan akibat pencemaran pertambangan batu bara akan berbeda pertambangan mangan atau pertambangan gas an minyak bumi. Keracunan mangan karena menghirup debu mangan akan menimbulkan gejala sukar tidur, nyeri dan kejang-kejang otot, ada gerakan-gerakan tubuh di luar kesadaran, kadang-kadang akan ada gangguan bicara dan impotensi.
Dalam rangka menghindarkan terjadinya pencemaran dan gangguan keseimbangan ekosistem baik itu yang berada didalam lingkungan maupun diluar lingkungan sekitarnya, maka perlu adanya pengawasan lingkungan terhadap :
  1. Cara pengolahan pembangunan pertambangan
  2. Kecelakaan dipertambangan
  3. Penyehatan lingkungan pertambangan
  4. Pencemaran dan penyakit-penyakit yang mungkin timbul

B       Cara Pengolahan Pembangunan
Sumber daya bumi dibidang pertambangan harus dikembangkan semaksimal mungkin agar terciptanya pembangunan. Dan untuk itu perlu adanya survey dan evaluasi yang terintegrasi dari para ahli agar menimbulkan keuntungan yang besar dengan sedikit kerugian bai secara ekonomi maupun secara ekologis. Penggunaan ekologi dalam pembangunan sangat perlu didalam rangka meningkatkan mutu hasil pertambangan dan untuk dapat memperhitungkan sebelumnya pengaruh aktifitas pembangunan pertambangan pada sumber daya dan proses alam lingkungan yang lebih luas.
Segala pengaruh skunder pada ekosistem baik lokal maupun secara lebih luas perlu dipertmbangkan dalam proses perencanaan pembangunan pertambangan, dan sedapat mungkin dievaluasi sehingga segala kerusakan akibat pembangunan pertambangan ini dapat dihindarkan atau dikurangi, sebab melindungi lingkungan lebih mudah daripada memperbaiki lingkungan. Dalam pemanfaatan sumberdaya pertambangan yang dapat diganti perencanaan, pengelolaan dan penggunaannya harus hati-hati dan seefisien mungkin. Harus tetap diingat bahwa generasi mendatang harus tetap dapat menikmati hasil pembangunan pertambangan ini.

C       Kecelakaan Di Pertambangan
Usaha pertambangan adalah suatu usaha yang penuh sengan bahaya. Kecelakaan-kecelakaan yang sering terjadi, terutama pada tambang-tambang yang lokasinya jauh didalam tanah. Kecelakaan karena jatuh, tertimpa benda-benda, ledakan-ledakan maupun akibat pencemaran/keracunan oleh bahan tambang. Oleh karena itu tindakan-tindakan penyelamatan sangatlah diperlukan, atau antisipasi sebelum terjadi kecelakaan di pertambangan seperti, selalu memakai pakaian pelindung selama bekerja didalam tambang seperti sepatu but,topi pelindung, baju kerja dan sebagainya.

D      Penyehatan Lingkungan Pertambangan
Yang dimaksud dengan lingkungan pertambangan adalah lingkungan dalam tambang sendiri dan lingkungan diluar tambang seperti tempat pemukiman pekerja dan keluarganya khusunya masyarakat umum pada umumnya. Pada lingkungan tambang sendiri penyehatan lingkungan dapat dilakukan dengan penerangan yang baik yang sangat berguna sebagai pencegahan kecelakaan seperti ventilasi yang baik agar kadar debu di udara tambang berkurang, selain dengan cara pengeboran basah yang juga akan mengurangi jumlah debu bebas ke udara, sanitasi yang baik untuk menghilangkan wabah-wabah penyakit perut dan cacing di antara para pekerja. Pada lingkungan diluar pertambangan perlu adanya sanitasi yang baik berupa penyediaan air minum, pembuangan kotoran, pemberantasan nyamuk, perumahan yang baik dansebagainya.

E       Pencemaran Dan Penyakit-Penyakit Yang Mungkin Timbul
Pencemaran dalam tambang dan sebagainya dapat terjadi oleh gas-gas logam atau persenyawaan-persenyawaannya alam bijih-bijih yang timbul dari tambang, missal tambang mangan mengandung resiko keracunan mangan, tambang air raksa mengandung bahaya keracunan air raksa, demikian pula untuk tambang-tambang lainnya.gas-gas yang mempunyai lingkungan pertambangan bisa berasal dari gas-gas yang secara alam memang telah ada pada tambang atau oleh gas-gas yang terjadi akibat prosesyang terjadi dalam tambang seperti akibat kebakaran atau lefakan. Selain oleh gas-gas beracun CO, H2S dan methan, juga gas-gas yang tak beracun seperti O2 karena kadarnya dibawah normal bisa menyebabkan kelainan pada tubuh, bahkan bila kadarnya 6 – 8% atau lebih bisa menimbulkan kematian. Demikian pula dengan gas CO2 bila kadarnya bertambah akan menimbulkan asphyxia sampai mati lemas. Penyakit-penyakit yang bisa timbul selain penyakit cacing ancylostomiasis yang disebabkan oleh cacing ancylostomaduodenale dan nector americanus juga penyakit pneumoconiosis yang disebabkan oleh debu tambang seperti anthracosis, silicosis dan stanosis.

Sumber           :
·        Ilmu Pengetahuan Lingkungan               Universitas Gunadarma 2010